Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2014

Secangkir Kopi Air Mata

Mendung menggelayut pasrah Diiringi gemuruh yang berderu bagai amarah Ada ia yang terduduk pasrah di sudut kedai temaram Mengaduk secangkir kopi yang diseduh hanya setengah Asap yang mengepul di atasnya bagai rindu yang tak sudah Aroma yang mengudara bagai gelisah yang semakin meresah Lalu ruangan itu semakin temaram dan pandangannya semakin buram Di langit, mendung yang menggelayut perlahan terlepas dari pegangannya Mulai menjadi rintik yang jatuh satu-satu ke jalanan di luar jendela Selama itu, ternyata yang datang hanya hujan Saat yang sama di dalam sana, ada yang mengalir di sudut matanya Jatuh ke dalam cangkir kopinya Berurai, buyar, penuh, lalu tumpah