Skip to main content

Jangan Bawa Apa-Apa, Ya!





Yang beda dari kemarin adalah kita baru saja kedatangan tamu,
Januari yang baru tiba.
Apa yang dibawanya untuk kita? Apakah kau tahu?
Apakah sama yang ia bawa untukku dan juga kau?
Seingatku bertahun-tahun ia bertamu 
Ia selalu membawa bawaan yang sama kepadaku, kenangan.



*sebelum Januari pergi, kembali

Comments

Popular posts from this blog

Petang Selanjutnya Tidak Pernah Datang

Petang itu semua seakan berhenti dan seakan-akan memang dipaksa untuk berhenti aku kehilangan dirinya, jangankan wujud nyatanya, sekelebat bayangnya pun tidak ku temukan biasanya ia muncul pada petang tanpa diundang lewat sebuah pesan dengan senyum dan sapa khas, hanya ia yang punya kami biasa membuat janji di sebuah tempat yang banyak orang lalu lalang, tempat pedagang menjajakan dagangannya, tempat muda mudi bercengkrama sembari melepas tawa pada sebuah petang dan selalu begitu pada beberapa petang selanjutnya tapi petang itu, menjadi petang teakhir kami menghabiskan waktu seakan semua yang lalu tidak pernah ada kami beku, kaku.. kolam ikan dan pohon jambu jadi saksi bisu kami tidak bisa bicara seleluasa biasanya hati rasanya ngilu setelah itu, petang selanjutnya ia tidak pernah datang menemuiku. 27 July 2011 | 17:03 re-write dari akun kompasiana.dewantinurcahyani.com

Aku Kamu Akan Pulang

Mungkin memang seharusnya kubiarkan kamu pergi Agar kamu tahu ke mana sebenarnya kamu harus pulang Atau memang seharusnya akulah yang rela untuk pergi Agar suatu saat kamu memintaku untuk pulang. Semoga. Cibubur, 050116